Sunday, June 3, 2018

Candi Losari, Salam, Magelang


Memburu waktu menuju Liyangan, Temanggung,namun apa daya waktu tak mengijinkan. Tombo gelo, sampe Ngluwar, Magelang, berbalik arah menuju candi yang mudah dijangkau. Candi Losari.

Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Rakai Sumba berakhir dengan tiba-tiba. Hal itu disebabkan letusan Gunungapi Merapi yang terhebat sepanjang sejarahnya. Akibat letusan gunung tersebut,  daerah di sekitar terkena lahar dingin, sehingga permukaan tanah semakin tinggi dan mengubur situs Candi Losari. 

Tanggal 8 Januari – 1 Februari 2007, Balai Arkeologi Yogyakarta bekerjasama dengan Jurusan Arkeologi FIB UGM, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, dan Balai Pengembangan Penyelidikan Teknologi Kegunungapian melakukan pengkajian dan penggalian (ekskavasi) di Situs Losari, Kecamatan Salam,  Kabupaten Magelang. Purbakala Jawa Tengah, dan Balai Pengembangan Penyelidikan Teknologi Kegunungapian, melakukan pengkajian dan penggalian (ekskavasi) di Situs Losari, Kecamatan Salam,  Kabupaten Magelang.




Struktur candi tersebut relatif utuh pada bagian tubuh hingga puncak candi, ditemukan hingga kedalaman lima meter di bawah permukaan tanah. Candi  yang diperkirakan  berasal dari  abad  ke-9 sampai 10  Masehi tersebut, berukuran 2 x 2 m pada bagian bilik candi.  Total ada 4 candi, satu candi induk dan tiga candi perwara.
Dalam penggalian ditemukan Candi Perwara  oleh tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta yang dipimpin Baskoro Daru Tjahjono dari tanggal 8 – 31 Januari 2007. Candi ini sezaman dengan candi Borobudur.
Sepanjang dinding candi terdapat hiasan ukiran bermotif, tumbuh-tumbuhan sangat  indah, dan berbentuk sulur-suluran yang ukirannya relatif masih utuh. Ukiran tersebut sangat jelas dan pola goresan pahatannya sangat halus dan berseni tinggi.
Tiga candi perwara berukuran 183 x 183 cm, dasar candi berukuran 250 x 250 cm. Bilik candi berukuran 97 x 97 cm, dan tingginya juga 97 cm. Pada bagian pintu candi lebarnya hanya 49 cm, dan di bagian atas pintu candi terdapat hiasan kepala kala yang mempunyai taring dan berambut gimbal, dengan ukirannya yang masih utuh. Pada  dinding-dinding candi dengan hiasan ukiran bermotif tumbuh-tumbuhan, berbentuk sulur-suluran yang kelihatan  indah, dan ukirannya relatif masih utuh. Tinggi candi ini kira-kira  3 meter, menghadap ke arah barat laut. Batu candi berjenis batu andesit, diperkirakan berasal dari letusan Gunungapi Merapi.


Sumber : SitusBudaya
















No comments:

Post a Comment